Bagai harum hutan pinus di sisi bukit atau
wangi melati di pekarangan
Aroma cinta yang kau taburkan
melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni....
Pada kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan
Pada lara yang telah kita hirup dengan nafas tersengal
Juga di sepanjang selasar kenangan dimana luka itu
kita tinggalkan disana....
Melepasmu,tuturmu dengan mata basah,
laksana mencabut cengkraman kuat akar sebatang pohon
kecil dari tanah menghentak,memilukan,menyakitkan
Dan pada lengkung bianglala yang membentang dilangit
hingga ujung batas cakrawala....
Aku akan meniti garis edar pesonamu yang tak jua pudar
sembari menggenggam perih dan sesak rindu sekaligus
serta harapan yang luruh sia-sia,
juga keheningan yang mencekam disudut hati....
Entah apa yang akan terjadi pada langit diatas sana lusa
Panas membara bawakan kedukaan dan kemurkaan ataukah
Mendung menghitam pekat bagai kegelapan yang dipaksaan
Tuk alirkan kelaraan kepiluan yang sangat mendalam....
Dan aku tak bisa membuyarkan semuanya aku hanya bisa menatap
Dengan pandangan mata yang nanar dan kosong tiada daya....
Mangga Dua ~ Kota 26 Oktober 2012
Ditengah Malam Takbir Idul Adha 1433 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar