Tak tahu apa yang harus ku tulis
Kucoba untuk terus menulis
Tak ingin ku menulis
Kucoba untuk terus menulis
Tak ingin ku menulis
Namun tangan ini terus mengajak ku untuk menulis...
Tak dapat kubiarkan
Namun semua telah terbiarkan begitu saja...
Sia sia sudah semuanya
Hanya tinggal bersisa Asa yang tak kunjung tercapai
Asa yang hanya berupa lamunan panjang dan terjal
Yang tak mampu aku gapai maupun kucapai...
Sungguh berat dan begitu membebaniku
Beban berat yang terus dan menghimpit
setiap inci tubuhku...
Tak akan ku biarkan
Tak dapat kubiarkan
Namun semua telah terbiarkan begitu saja...
Sia sia sudah semuanya
Hanya tinggal bersisa Asa yang tak kunjung tercapai
Asa yang hanya berupa lamunan panjang dan terjal
Yang tak mampu aku gapai maupun kucapai...
Sungguh berat dan begitu membebaniku
Beban berat yang terus dan menghimpit
setiap inci tubuhku...
Tak akan ku biarkan
Hanya ucapan sekedar belaka
Tak akan sanggup ku yang sebenarnya...
Membendung asa yang begitu besar gelombangnya
Menghantam setiap sudut hati
Memukul keras setiap ruang dinding hatiku...
Hingga berbekas tak mungkin dapat dihilangkan.
Berbekas pekat yang hanya waktu yang bisa
memakan karena pudarnya...
Semua usahahanya sia sia
Karena semua mengalir begitu saja
Semua yang kini datang padaku
semua atas kehendakNya...
Jadi betapa sia sia usaha yang sedang
kulakukan untuk rasa
Dan bahwa sesungguhnya
Lelah sudah rasa ini...
Tak akan sanggup ku yang sebenarnya...
Membendung asa yang begitu besar gelombangnya
Menghantam setiap sudut hati
Memukul keras setiap ruang dinding hatiku...
Hingga berbekas tak mungkin dapat dihilangkan.
Berbekas pekat yang hanya waktu yang bisa
memakan karena pudarnya...
Semua usahahanya sia sia
Karena semua mengalir begitu saja
Semua yang kini datang padaku
semua atas kehendakNya...
Jadi betapa sia sia usaha yang sedang
kulakukan untuk rasa
Dan bahwa sesungguhnya
Lelah sudah rasa ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar