Ketika itu kita harus berjiwa tegar tak kenal rapuh
Ketika segalanya hadir tanpa disadari karena rasa
Itu yang memanggil dan menyatukan hati jiwa kita,
apa yang harus kita dilakukan....
Berlarikah sementara batin kita ini menjerit tanpa akhir
Menyambutkah sementara pintu mahligai masih bertabirkan
Tirai yang meskipun sebagian sudah terkoyak akan waktu
Hanya berharap semoga kita bisa jalani semuanya....
Ketika kuketikan torehan ini aku telah mampu wujudkan
Rasa yang telah kupendam saat pertama kali kumengenalmu
Masa itu aku tak sedikitpun berani ungkapan kata hati ini
Karena kutersadar betapa baiknya dan ramahnya dirimu
Dan aku tak ingin sedikitpun tinggalkan titik noda saat itu....
Beriringnya waktu yang kian lama makin kutertahan diri
Betapa sakit memendam benih" rasa yang berakar disukmaku
Betapa ingin kuberontak berteriak tuk sekedar ungkapkan rasa
Tapi itu mungkin suatu hal yang amat membodohkan diriku
Karena dari kian lamanya mengenal tak sepatah katapun
Yang sangat berarti bermakna dihatiku dari bibirnya yang ranum...
Ternyata meskipun terlambat,tapi apa kata hati bisa disalahkan
Sedang keinginan kerinduan akan sapaan yang bermakna semakin
Menggelora dalam dadaku,maafkan aku terlambat ungkapkan kata
Untukmu karena aku tak akan percaya dirimupun mengiyakan.....
Mangga Dua - Kota 13 Mei 2014
Rino Purwokerto / Blay Sang Pujangga Tanpa Cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar